Gunung Agung Erupsi Lagi

Denpasar (SN)-Gunung Agung yang ada di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem Bali kembali erupsi pada Minggu (17/3) sekitar pukul 08:03 WITA. Kepala BPBD Bali I Made Rentin saat dikonfirmasi soal kondisi terkini Gunung Agung membenarkan telah terjadi letusan Gunung Agung tersebut. Namun menurutnya, sebenar telah terjadi dua kali letusan. Pertama, terjadi pada pukul 08.03 Wita dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 500 meter di atas puncak atau sekitar 3.642 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 5 mm dan durasi kurang lebih  39 detik.

Sementara letusan kedua terjadi pada pukul 10.30 Wita dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 3.742 meter di atas permukaan laut. Pada letusan kedua ini kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah timur. Erupsi kedua ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 5 milimeter dan durasi 1 menit 16 detik. "Sekalipun sudah dua kali letusan, kami minta agar masyarakat di 28 desa yang ada di lereng Gunung Agung agar tetap tenang namun waspada. Kami sedang berkomunikasi dengan Posko Relawan Pasebaya untuk tetap siaga dan memperhatikan kondisi terkini Gunung Agung dan mengikuti arahan pihak berwenang," ujarnya.

Sekalipun saat ini sudah dua kali letusan, namun radius zona bahaya belum berubah dan status Gunung Agung juga belum berubah. Masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki, pengunjung, wisatawan agar tidak berada dan tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 kilometer dari Kawah Puncak Gunung Agung. Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual dan terbaru. Berhubung saat ini masih musim hujan makan dihimbau agar masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.

Hingga saat ini komunikasi sudah dilakukan melalui semua jejaring dan petugas di lapangan dan relawan Pasebaya di 28 Desa Lingkar Gunung Agung. Update kondisi terkini di wilayah masing-masing akan dilaporkan via radio (HT) di Frekwensi ORARI 146.620 MHz. Sampai saat ini belum ada laporan daerah yang terpapar hujan abu. Aktivitas masyarakat masih berjalan normal dan kondusif. Namun untuk pemedek (umat Hindu) yang hadir di Pura Agung Besakih untuk melakukan persembahyangan berjalan seperti biasa tetapi tetap mendengarkan arahan petugas. Pada areal Pura Agung Besakih, telah dibangun posko terpadu yang melakukan pelayanan Kedaruratan kepada pemedek (umat) terdiri dari unsur SAR, BPBD, Dinas Kesehatan dan Relawan Mandiri, juga dilengkapi bengkel darurat dari unsur Perkumpulan Bengkel Mobil Bali (PBMB) yang memberikan layanan servis gratis. Pos terpadu terletak di Kadundung, Besakih  yang menyediakan masker gratis apabila diperlukan dan selalu melaporkan update kondisi terkini laporan cuaca dan situasi pemedek. "BPBD Prov Bali menghimbau kepada seluruh masyarakat (krama Bali) agar tetap tenang dan menjaga kesiapsiagaan serta tetap lakukan aktivitas seperti biasa, ikuti arahan petugas dan hanya percaya pada informasi resmi dari Pemerintah. Sementara untuk BPBD baik provinsi maupun kabupaten dan kota agar selalu standby monitor dan SIAGA melayani masyarakat 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Kami tidak mengenal hari libur. Kami selalu dibantu dan bersinergi dengan semua komponen dan jejaring  BPBD, dalam melakukan edukasi dan sharing informasi kebencanaan terutama atensi aktivitas Gunung Agung," pungkas Rentin. Sn05

Leave a reply