Kesadaran Financial Planning Kaum Milenial Indonesia Semakin Meningkat

Denpasar (SN)-Kesadaran kaum milenial Indonesia akan financial planning terus bertumbuh. Hal ini diakui Certified Financial Planner dan Qualified Wealth Planner Agus Hely Setyono di Denpasar, Senin (17/12). Menurutnya, saat ini banyak kaum milenial sudah mampu melakukan perencanaan keuangan. "Kita lihat dimana-mana, banyak kaum milenial, generasi muda mengikuti pelatihan, diskusi, obrolan bagaimana melakukan perencanaan keuangan secara jelas sejak usia muda," ujarnya. Menurutnya, ini langkah maju bagi generasi muda di Indonesia untuk melakukan perencanaan keuangan agar bisa menabung, pensiun di masa tua. Agus mengaku, dirinya tidak memiliki data resmi soal ketertarikan generasi muda dalam merencanakan keuangan. Namun fakta menunjukan, hampir di setiap kampus, di berbagai ruangan diskusi banyak nahasiswa mendiskusikan hal itu.

Kondisi ini sangat menguntungkan Indonesia dengan jumlah pendudukan sekitar 250 juta orang. Sebab, jumlah kaum milenial di Indonesia saat ini adalah yang terbanyak. Dampaknya adalah bila ini sudah menjadi life style maka akan banyak generasi bangsa ini sudah tidak lagi memikirkan bagaimana menabung di hari tua, bagaiman tetap menikmatai masa pensiun, bagaimana memproteksi diri sendiri, keluarganya. "Modal atau penghasilan yang harus disiapkan pun tak terlalu besar. Kuncinya disiplin dan tepat dalam menginvestasikan dana,” ujarnya.

Menurut Hely, banyak solusi yang bisa dilakukan untuk menghadapi masa pensiun. Misalnya dengan berinvestasi baik berupa saham, menabung maupun investasi lainnya. “Kalau ini dilakukan jauh-jauh hari sebelum pensiun maka ketika pensiun tak sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sesuai yang diinginkan,” jelasnya. Ia mencontohkan, dengan menabung Rp500 ribu sebulan selama tiga puluh tahun maka bisa menghasilkan Rp1,5 miliar lebih. Atau kalau berinvestasi di saham seperti beberapa perusahaan blue chip maka akan mendapatkan kenaikan hasil yang tinggi, ada yang sampai 190 kali lipat kenaikannya dalam dua puluh tahun terakhir.

Di sisi lain, Hely yang juga sebagai Financial Health Check Up & Pension Fund Prearation serta Qualified Wealth Planner juga Founder & Speaker of Ngopi Pintar ini memaparkan piramida keuangan terkait tujuan hidup. Dalam tujuan hidup ini ada sejumlah hal mendasar yang perlu dipenuhi pertama perlindungan kekayaan seperti menikah, kendaraan, rumah, pendidikan, liburan dan dana pensiun. Yang kedua yakni pengumpulan kekayaan. Dan yang terakhir pengembangan kekayaan seperti melalui bitcoin, index dan forex. “Namun sebelum pengumpulan kekayaan dan pengembangan kekayaan dilakukan, yang harus dipenuhi terlebih dulu adalah perlindungan kekayaan. Kalau yang mendasar ini sudah mapan, baru melangkah ke tahap selanjutnya,” tambah Branch Manager of Standard Chartered Bank 2016.

Keuntungan lain adalah bila manajemen keuangan dan investasi sudah mulai bertumbuh di Indonesia, maka sudah saatnya Indonesia akan menguasai pasar saham di negerinya sendiri. Iindonesia merupakan pasar potensial saham. Namun saat ini rasionya, 70 saham di Indonesia dikuasai oleh asing bila dikomparasikan dengan jumlah penduduk Indonesia. Ia berharapa, suatu saat kaum milenial harus menguasai pasar saham di negerinta sendiri. Sn05

Leave a reply