UKM dari Tiga Kabupaten di Bali Dilatih Peningkatan Kualitas Produk

Denpasar (SN)-Puluhan UKM dan retail di tiga kabupaten di Bali yakni Kabupaten Tabanan, Bangli dan Karangasem difasilitasi oleh PT HM Sampoerna Tbk untuk mendapatkan sejumlah pelatihan dalam rangka meningkatkan kualitas dan mutu barang, memperluas pemasaran dan meningkatkan kesejahteran bagi para pelaku UKM. Hal ini disampaikan Manajer Hubungan Pemangku Kepentingan dan Fasilitas CSR Sampoerna Indra Refipal saat meninjau puluhan pelaku UKM di Kabupaten Tabanan, Jumat (30/11). Menurutnya, jumlah persis UKM dan retail di 3 kabupaten tersebut adalah sebanyak 90 unit yang bergerak di beragam usaha. "Kami melakukan pembinaan terhadap 90 UKM di Bali melalui program Tourism Based Retail Entrepreneurship Development atau TREND yang bekerja sama dengan Yayasan Business & Export Development Organization atau Bedo.

Ada tiga kabupaten yang menjadi sasaran pembinaan yakni Karangasem, Tabanan, dan Bangli dengan masing-masing ada 20 UKM dan 10 mitra retail. UKM yang dibina tersebut ditujukan untuk memperkuat produk pariwisata yang ada di masing-masing daerah," ujarnya.

Menurutnya, dalam pelatihan tersebut, pihaknya sama sekali tidak memberikan akses modal. "Kami tidak pernah memberikan modal berupa uang. Kami benar-benar melatih para pelaku UKM tentang bagaimana caranya meningkatkan kualitas produk, bagaimana proses packing yang baik, bagaimana membuka jaringan pasar dan sebagainya. Contoh yang paling sederhana bagaimana agar tokonya bersih, kemasannya cantik, modern. Ini benar-benar dilatih," ujarnya.

Program TREND diimplementasikan dengan mengintegrasikan pelaku UKM anggota Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) dan mitra peretail tradisional Sampoerna Retail Community (SRC) di tiga kabupaten terutama di Tabanan. Pelatihan dan pembinaan tersebut dilakukan secara terintegrasi agar mempermudah pelaku UKM bertemu dengan pasar dan sekaligus memperkaya produk mitra retail.

Wakil Bupati Tabanan Komang Sanjaya mengatakan pihaknya memiliki komitmen penuh untuk mendorong sektor UKM agar lebih unggul dan mampu berdaya di tengah persaingan modern. Jika UKM berkembang, maka perekonomian daerah akan mengalami kemajuan, pajak daerah mengalami peningkatan, dan angka pemgangguran akan berkurang.

Hingga kini, di Tabanan terdapat kurang lebih 39.000 UKM yang bergerak di bidang usaha seperti jasa, produk makanan dan minuman, sandang, dan kerajinan. Sektor UKM menyumbang laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang mencapai 5,38% pada 2017. Tabanan juga memiliki 1.500 peretail tradisional berbentuk warung dan toko yang juga turut memegang peran ekonomi. "Kesuksesan pembangunan di Tabanan tidak hanya bergantung pada hasil kerja keras pemerintah saja, namun tentunya dengan sinergi berbagai pihak," katanya.

Manager Program Bedo Jeff Kristianto Iskandarsjah mengatakan pembinaan program TREND yang dilakukan mulai dari pengelolaan toko ritel, trainer of trainers, pelatihan pemasaran digital, pendampingan pengembangan produk lokal, hingga dukungan pengembangan teknologi. Usai pembinaan, produk dari anggota SETC Sampoerna ini akan dipasarkan di area Teras Oleh Oleh pada mitra ritel tradisional anggota SRC. "Diharapkan, dengan menjual produk khas Tabanan, toko mereka dapat menjual produk lebih beragam, terlihat lebih menarik untuk konsumen maupun wisatawan, sehingga mampu bersaing dengan retailer modern," katanya.

Salah satu pelaku UKM yang memiliki usaha Manik Galih/Beras KLC dari Kecamatan Penebel, Tabanan, Ida Gde Saputrawijaya Agra mengaku seiring berjalannya waktu semakin banyak kebutuhan serta tantangan yang dihadapinya. Hal ini pula yang memotivasi ia untuk mengikuti program TREND. Gus Agra menceritakan, dirinya bersama dengan jelompoknya sangat terbuka mendapatkan pelatihan oleh PT HM Sampoerna untuk kemajuan usahanya. ”Saya menyadari usaha saya bisa lebih sukses jika mau tumbuh dan berkembang, seperti dengan mengikuti pembinaan melalui program TREND oleh Sampoerna. Meskipun masih berjalan, setelah mengikuti satu sesi pelatihan, saya paham bahwa sebagai langkah awal, memperbaiki tata kelola area kerja, manajemen stok dan pengemasan yang selama ini belum terlalu saya pikirkan, ternyata merupakan hal yang penting,” ujarnya.

Keseluruhan program pemberdayaan UKM berkelanjutan ini dilaksanakan di bawah payung program ‘Sampoerna untuk Indonesia’. Hingga saat ini, SETC telah menjangkau lebih dari 40.000 wirausahawan di bidang agrobisnis dan teknologi kejuruan tepat guna di 79 kota/kabupaten di Indonesia dan SRC telah menjangkau lebih dari 60.000 mitra retail tradisional di 34 provinsi. Sn05

Leave a reply