Dr. Wenny Astuti Achwan Pejuang Kemanusiaan yang Humanis dari NTB

Mataram [SN]-Peristiwa bencana gempa di Lombok yang terjadi tanggal 29 Juli 2018 dan tanggal 5 Agustus 2018 yang kekuatannya mencapai 6,4 SR dan 7 SR, diikuti oleh gempa susulan yang terus menerus hingga beberapa waktu sesudahnya, telah mengetuk nurani Dr. Wenny untuk melakukan aksi tanggap bencana bagi para korban gempa serta menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk memberikan bantuan sekaligus melakukan pelayanan kesehatan di tenda para pengungsi maupun posko-posko kesehatan berbagai wilayah kabupaten di Pulau Lombok.

Pengalamannya sebagai dokter relawan di Klinik AURI Rembiga, dokter Usaha Transfusi Darah (UTD) PMI sekaligus Pengurus Harian Daerah PMI dan pelatih KSR, sangat bermanfaat dalam upaya tanggap bencana gempa. Pengalaman Dr. Wenny berjejaring dengan organisasi sosial tingkat lokal, nasional maupun internasional di berbagai bidang selama lebih kurang 30 tahun di NTB, menjadi modal positif juga dalam mendukung kiprahnya dalam upaya tanggap bencana.

Salah satu kegiatan Dr. Wenny selaku koordinator Solidaritas Kemanusiaan Gumi Paer Lombok (SKGPL) di Desa Limbungan Utara, Kabupaten Lombok Barat. Karya kecil di tengah oase pergaulan dan pergumulan warga bangsa dengan segala dinamikanya ini adalah wujud empati dan kepedulian Dr. Wenny, walaupun rumahnya sendiri juga terkena dampak bencana gempa Lombok. Pada saat melaksanakan tugas-tugas pengabdiannya untuk bakti sosial tanggap bencana di wilayah Kabupaten Lombok Utara (KLU), daerah yang sangat parah terdampak gempa, tak lupa Dr. Wenny singgah ke RSUD yang hancur, memeriksa pasien di tenda-tenda beberapa Puskesmas di Tanjung, Pemenang, Bayan, Gangga, Kayangan serta menyempatkan diri berkunjung dan diskusi dengan relawan PMI yang datang dari berbagai kota di wilayah Indonesia termasuk seorang relawan dari Papua. Tanpa mengenal lelah, Dr. Wenny menjelajahi wilayah KLU sampai di Salut, Akar-akar, Bentek yang letaknya jauh dari Ibukota KLU, untuk menindak lanjuti pengobatan beberapa pasien yang perlu pengobatan dan perawatan lanjutan.

Di daerah Kekait, Kabupaten Lombok Barat, Dr. Wenny menemukan seorang anak balita yang perlu perhatian khusus karena penyakit infeksi yang dideritanya sehingga beberapa kali beliau mendatangi rumah balita tersebut sampai pengobatannya tuntas, dan penyakitnya sembuh total.

Sebagaimana ungkapan heroik “Ask not what your country can do for you, ask what you can do for your country” (John F. Kennedy), Dr. Wenny berbakti untuk negeri bukan soal seberapa besar skalanya. Pun bukan masalah gaung yang digetarkannya. Sama sekali bukan begitu. Kepekaan nurani Dr. Wenny telah terasah bertahun-tahun menetap sebagai dokter di NTB khususnya di Pulau Lombok, sehingga tergerak mengalir sedemikian untuk memenuhi panggilan yang menyapa dalam beningnya hati warga para korban bencana, yang hanya mampu berkeluh dan berdesah di tengah gelegar alam yang menyalak dahsyat memporak porandakan semuanya.

Dengan hati yang selalu terbuka dan uluran tangan yang siap menjamah dan merangkul dengan hangat, Dr. Wenny mengajak siapapun untuk berbakti. Tak perlu sibuk saling tunjuk. Jangan tunggu badai berlalu. “Rawe-rawe rantas malang-malang putung.” Segala sesuatu yang merintangi maksud dan tujuan baik demi solidaritas kemanusiaan harus disingkirkan. “All roads lead to Rome.” Sangat banyak yang bisa diperbuat untuk Ibu Pertiwi. Demi kesejahteraan dan kejayaan Negeri. Sn02

 

Leave a reply