Bali Terus Berjuang Dana Bagi Hasil dari Pariwisata

Denpasar (SN)-Pemerintah Provinsi Bali terus akan memperjuangkan dana bagi hasil dari sektor pariwisata. Karena selama ini, kontribusi sektor pariwisata yang berupa Pajak Hotel dan Restoran (PHR) menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten/Kota. Sehingga Pemprov Bali praktis tidak memperoleh pemasukan dari sektor pariwisata. Wakil Gubernur Bali Cokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan secara langsung kepada pusat melalui pertemuan dengan rombongan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI yang berkunjung ke Bali baru-baru ini. "Perjuangan dana bagi hasil sektor pariwisata ini memang sudah dilakukan beberapa tahun lalu. Namun belum membuahkan hasil yang baik. Kebetulan ada kunjungan dari tim Banggar DPR RI, lalu kita sampaikan aspirasi kita. Ini sangat beralasan, karena daerah lain yang punya tambang misalnya, selalu ada alokasi dana bagi hasil dengan daerah," ujarnya di Denpasar, Minggu (14/10).

Cok Ace menerangkan, saat ini Bali memiliki 130 ribu kamar hotel dan sebanyak 80 persen atau sekitar 98 ribu kamar berada di wilayah Kabupaten Badung. Hal itulah yang menurutnya menjadi salah satu pemicu kesenjangan pembangunan antar wilayah di daerah Bali. Mengatasi persoalan itu, selama ini Badung telah menyisihkan dana PHR yang diperoleh untuk dibagikan kepada kabupaten lain kecuali Gianyar dan Kota Denpasar. Namun demikian, Pemprov Bali tetap berkepentingan dengan dana bagi hasil dari sektor pariwisata yang nantinya akan dimanfaatkan untuk peningkatan infrastruktur antar wilayah serta peningkatan kualitas destinasi.

Menambahkan penjelasan Wagub Cok Ace, Sekda Dewa Indra menjelaskan bahwa saat ini Gubernur Bali Wayan Koster tengah mematangkan regulasi agar Pemprov bisa kecipratan dana dari sektor pariwisata. “Sedang kita godok dan koordinasikan dengan pusat terkait payung hukumnya. Mengenai mekanismenya, apa nanti kita kerjasama dengan pihak bandara, itu juga masih kita bahas,” imbuhnya. Menurut Dewa Indra, orientasi Pemprov Bali bukan semata-mata memperoleh dana, namun untuk kepentingan yang lebih besar yaitu kesinambungan pembangunan pariwisata dan budaya. Karena saat ini masih banyak yang perlu mendapat perhatian dalam upaya peningkatan infrastruktur penunjang kepariwisataan. Sekda Dewa Indra juga menyinggung perjuangan memperoleh bagi hasil airport tax dari pihak pengelola Bandara Ngurah Rai yang hingga kini belum membuahkan hasil.

Terkait dengan harapan itu, Wagub Cok Ace sangat berharap Banggar DPR RI dapat membantu perjuangan Bali. Karena Bali menargetkan rampungnya sejumlah proyek infrasruktur diantaranya  shortcut pada jalur Bedugul-Singaraja. Rampungnya shortcut itu diharapkan dapat mengurangi waktu tempuh Denpasar-Singaraja. Selain perjuangan dana bagi hasil sektor pariwisata, dalam pertemuan itu juga mengemuka tentang dana desa yang di Bali telah dimanfaatkan dengan baik. Cok Ace mengaku,Ketua Banggar DPR RI Azis Syamsuddin berjanji akan membantu perjuangan Pemprov Bali. Ia yakin, di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster, koordinasi dengan pusat akan berjalan lebih intensif. Sn03

Leave a reply