Mendag Bayar Sendiri Satu Tusuk Sate Rp 50 Ribu

Kuta(SN)-Aksi Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita saat meninjau Pameran Pembukaan Wonderful Indonesia Culinary and Shopping Festival di Beachwalk Shopping Center Kuta Bali sangat mencengangkan. Ada dua aksi saat Mendag mengunjungi pameran UKM tersebut. Pertama, Mendag menolak pemberikan hadiah atau merchandise dari salah satu stand pameran tenun asli Bali. Perbincangan yang ramah dan hangat dengan pemilik stand rupanya membuat pemilik kain itu terkesan. Merasa standnya didatangi Mendag dan mengobrol begitu akrab, wanita paruh baya itu akhirnya memberikan hadiah berupa lembaran kain mahal tenunan asli Bali. Namun Mendag menolaknya dengan halus. "Maaf bu. Saya menteri. Saya tidak bisa menerima seperti ini. Ini sudah tugas saya melihat langsung para pelaku UKM," ujar Mendag.

Perdebatan kecil pun terjadi. Wanita pemilik stand itu tetap berniat memberikan hadiah buat Mendag dengan wajah yang memelas agar Mendag menerimanya. Upaya itu pun gagal. Mendag tetap menolaknya. Namun karena tidak ingin melukai perasaan seorang wanita, Mendag langsung memanggil stafnya untuk membayar kain itu sesuai harga normal. Setelah ditangani oleh stafnya, Mendag berlalu dan berkunjung ke stand pameran lainnya. Salah satu staf Mendag tampak langsung berurusan dengan pemilik stand kain tenun tersebut.

Peristiwa kedua, Mendag ternyata membayar satu tusuk sate seharga Rp 50 ribu. Peristiwa ini terjadi saat Mendag mengunjungi salah satu stand kuliner sate keong atau yang dalam bahasa setempat disebut sate kakul. Saat itu Mendag masuk ke salah satu stand kuliner Pondok Sate Mang Kakul milik Komang Sugiantara. Sebelumnya, Sugiantara kelihatan membakar sate walau sudah tampak Mendag dari kejauhan. Ia tak menyangka, kalau Enggartiasto masuk ke stand pamerannya. Setelah melihat cara bakar, dan harumnya sate keong sawah yang diolah secara modern itu, Mendag bertanya apakah dia boleh mencobanya. "Boleh sekali pak. Dengan senang hati Pak Menteri makan sate saya, gratis," ujar Sugiantara.

Setelah diizinkan, Mendag mencoba satu tusuk sate yang disiapkan. Mendag memuji betapa enaknya sate keong sawah yang diracik secara modern tersebut. Sekalipun dipersilahkan untuk makan lebih dari satu tusuk, namun Mendag hanya memakan satu tusuk. "Luar biasa enaknya, cita rasanya luar biasa," ujarnya. Usai mengucap demikian, Mendag langsung merogoh dompetnya, mencabut lembarang Rp 50 ribu untuk membayar satu tusuk sate. Melihat aksi itu, Sugiantara berusaha untuk menolaknya. Namun Mendag tetap saja ngotot bayar. Karena sang menteri mengeluarkan lembaran Rp 50 ribu, Sugiantara sibuk mencari uang kembali karena merasa tidak enak dengan Mendag. Namun upaya itu ditolak Mendag. "Orang makan harus bayar donk. Masa makan gratis," ujar Mendag sambil berlalu.

Leave a reply