Ibu Negara Minta Indonesia Tetap Semangat Berantas Narkoba

Denpasar (SN)-Sebanyak 1520 orang mengikuti sosialisasi Narkoba, Pornografi dan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Hotel Aston Denpasar, Selasa (3/4). Jumlah ini terdiri dari Bhayangkari, Dharma Wanita atau PKK se-Bali,  Persit Kartika Chandra Kirana, Pia Ardhya Garini, Jalasnastri, Adhyaksa Dharma, Dharmayukti Karini, Prajurit TNI AD, AL, AU, anggota Polri, Korps Wanita TNI AD, AL, AU, Polwan, Karangtaruna, Warakawuri, siswa SMP dan SMA serta para gurunya. Sosialisasi itu dipimpin langsung oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Ibu Mufidah Jusuf Kalla, para isteri menteri kabinet kerja Jokowi dan beberapa narasumber lainnya.

Menariknya, saat melakukan sosialisasi, Ibu Iriana Jokowi tidak banyak bicara, tidak menyampaikan materi panjang lebar soal Narkoba, Pornografi, dan Kekerasan. Ibu Negara yang didampingi oleh Ibu Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla hanya mengajak agar semua orang Indonesia harus tetap semangat memberantas Narkoba dengan cara saling menolong dan saling bahu membahu mulai dari lingkungan terkecil, keluarga, sekolah, dan lingkungan pergaulan sehari-hari. "Kita harus semangat untuk memberantas narkoba yang banyak sekali di Indonesia. Kita harus antisipasi (Narkoba) karena untuk anak-anak gampang sekali pengaruhnya dengan narkoba. Makannya hari ini kita menyambut sosialisasi ini," tegasnya.

Untuk tidak membosankan, Ibu Negara Iriana Jokowi langsung beralih ke kuis baik dalam bentuk pertanyaan maupun dalam bentuk drama kecil atau dialog singkat dengan beberapa siswa SMA. Ibu Negara Iriana Jokowi kemudian memanggil 10 siswa dan siswi dari berbagai sekolah di Denpasar untuk maju kedepan. Kemudian Ibu. Hj Mufidah Jusuf Kalla meminta menyebutkan beberapa jenis golongan narkoba. Tak menunggu waktu lama, 10 orang siswa-siswi tersebut dengan mudah menjawab pertanyaan yang diberikan oleh istri wakil Presiden Jusuf Kalla. Berbagai hadiah diberikan kepada siswa yang bisa menjawabnya.

Setelah itu, Ibu Irana Jokowi melanjutkan dengan cara mengetes kepedulian para siswa dan siswi bagaimana jika salah satu dari kawan siswa- siswi bila terkena narkoba. Para siswa dan siswa ini, memaparkan dengan baik untuk peduli, jika ada kawan-kawannya terkena narkoba. Dari pertanyaan dan tes yang diberikan oleh kedua Ibu Negara tersebut. Sessi ini dilakukan dengan dialog sengit, bahkan mengarah ke debat dengan salah seorang siswa dari SMA Negeri Mengwi. Dimana Ibu Iriana tampil sebagai teman yang terkena Narkoba, lalu mempertahankan dunianya yang enak dengan Narkoba. Sementara temannya berupaya untuk menyadarkan temannya agar kembali ke jalan yang benar. Perdebatan panjang terjadi. Ibu Iriana akhirnya memahami atas jawaban yang diberikan siswa. Para siswa dan siswi diberikan hadiah Laptop dan Sepeda.

Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose mengaku sangat senang dengan acara sosialisasi tersebut. Ia mengaku, yang menjadi hosting dalam acara sosialisasi tersebut adalah ibu-ibu Bhayangkari, tetapi ini adalah kegiatan dari Ibu Negara dan para ibu kabinet kerja Jokowi. "Sosialisasi ini sejalan dengan tujuan untuk mengeliminasi peredaran narkoba, melakukan penanggulangan dan pencegahan narkoba, pornografi baik secara konvensional dan online hate speech, dan kekerasan dalam rumah tangga," ujarnya. Kegiatan ini sejalan dengan tugas Polri bersama dengan seluruh stakeholders lainnya. Polda Bali sangat mendukung kegiatan sosialisasi yang dilakukan sendiri oleh Ibu Negara bersama Ibu Wakil Presiden. (Sn04)

Leave a reply