Hotel Melia Umumkan Pelayanan Gratis bagi Tamu Bila Gunung Agung Meletus

Denpasar(SNC)-Hotel Melia Bali yang ada kawasan Nusa Dua Bali secara resmi mengumumkan bahwa jika suatu saat nanti Gunung Agung meletus maka tamu hotel akan digratiskan kamarnya plus makan pagi. Hal ini langsung disampaikan oleh General Manajer Melia Bali Eduardo Parera Castro dalam pertemuan dengan sejumlah awak media di Nusa Dua Bali, Rabu (20/12). Ia menjelaskan, kedatangan wisatawan menurun drastis akibat ancaman letusan Gunung Agung tidak membuat Melia Bali berdiam diri. "Kami akan menjamin akomodasi para tamu yang kembali ke hotel apabila airport ditutup. Tamu yang kembali ke hotel karena airport ditutup akan mendapatkan jaminan kamar gratis termasuk sarapan untuk dua orang. Dengan situasi Gunung Agung yang tidak menentu, kami akan menjamin masa tinggal mereka sampai bandara dibuka kembali untuk keberangkatan, atau sampai tamu tersebut dapat meninggalkan Bali dengan alternative transportasi lain. Untuk konsumsi makanan dan minuman diberikan potongan harga sebesar 20%, " ungkapnya.

Eduardo menegaskan, untuk mendorong pasar dan membangun kepercayaan tamu untuk menginap di Melia Bali, pihaknya memberikan fleksibilitas dan kebijakan baru terkait pembatalan reservasi. Tamu yang sudah melakukan reservasi akan diberikan garansi pengembalian uang 100% jika melakukan pembatalkan pesanan. Kebijakan ini berlaku untuk reservasi yang dilakukan dari periode sekarang sampai dengan 31 Maret 2018, untuk masa menginap dari sekarang sampai 31 Desember 2018.

Selain pengembalian dana secara utuh atau full refund jika ada pembatalan, Melia Bali akan juga memberikan pilihan lain yaitu floating deposit atau dana yang sudah di bayarkan bisa di simpan dihotel untuk pemesanan hotel di masa mendatang. "Kami mengeluarkan kebijakan pembatalan tersebut untuk semua segmen pasar kami," tambahnya.

Melia Bali terletak 72 km di bagian selatan Bali, yang jauh dari erupsi Gunung Agung di Bagian Timur Bali, Kabupaten Karangasem. Zona peringatan sekitar 8-12 km dimana hanya 2% wilayah yang terkena dampak dari erupsi Gunung Agung, dan 98% sisanya masih termasuk dalam zona aman.

Kebjikan Melia Bali Hotel ini mendapat apresiasi dari Dinas Pariwisata Bali. Kepala Dinas Pariwisata Bali Gede Juniartha menjelaskan seharusnya seluruh hotel berbintang di Bali melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Melia Bali. "Harus terbuka dan benar benar komitmen untuk menggratiskan kamarnya. Lalu manajemen berani mengumumkan secara resmi melalui media seperti Melia Bali Hotel," ujarnya. Menurutnya, ada banyak hotel yang tidak transparan. Saat bandara sempat ditutup dua hari kemarin, banyak tamu mengeluhkan jika mereka dimintai biaya kamar dan sebagainya. Perlu diingat bahwa banyak tamu takut datang ke Bali bukan karena Gunung Agung, tetapi karena takut tidak bisa pulang karena bandara tutup. Ide Melia Bali Hotel ini perlu diikuti oleh hotel hotel lainnya di Bali. (Snc02)

 

Leave a reply