Ingin Pasang Internet, Biznet Mengaku banyak Kesulitan di Perizinan

Denpasar(SNC)-Senior Manager Marketing Biznet Dedi Parinduri mengatakan, pihaknya telah memasang jaringan internet di beberapa posko pengungsi di Bali. Hal ini disampaikan Dedi saat menggelar Biznet Festival Bali 2017 di Lapangan Renon Denpasar Sabtu malam (9/12). Menurutnya, perusahan yang fokus di bidang jaringan telekomunikasi dengan jaringan fiber tercanggih di Indonesia itu sudah memasang jaringan internet di beberapa posko pengungsi di Karangasem. Ia menyebutkan jika selama berada di posko pengungsi jaringan internet sangat diperlukan baik bagi anak-anak yang ingin bermain game maupun bagi pekerjaan beberapa relawan untuk kepentingan komunikasi dan laporan dan sebagainya. "Kami sudah pasangan jaringan internet dari Bisnet di posko pengungsi. Kami ingin melayani kebutuhan anak-anak yang bermain game, para relawan untuk berkomunikasi memberikan laporan dan sebagainya," ujarnya. Pihaknya baru memasang di salah satu posko pengungsi di Kecamatan Abang yang lokasinya sedikit jauh dari jalur utama jalan raya.

Menurutnya, sebenarnya PT Supra Primatama Nusantara (Biznet) ingin memasang lagi di beberapa titik pengungsian namun terkendala prosedur perizinan dan birokrasi. "Kami mau pasangan lagi di beberapa posko. Namun karena ini merupakan jaringan, harus mengurus proses izin dan sebagainya sehingga sedikit terkendala," ujarnya. Ia mengisyaratkan bila dipermudah oleh otoritas setempat maka perusahannya bisa memasang lagi di beberapa titik pengungsian. Jaringan itu bersifat sementara bagi pengungsi dan semuanya gratis. Dan bila kondisi normal maka jaringan akan diputus. Namun selama masih ada pengungsi jaringan tetap berjalan sepeerti biasa.

Terkait dengan acara Biznet Festival Bali 2017, ia mengaku banyak juga pertanyaan yang menggelitik. "Banyak pertanyaan ke perusahan kami. Kenapa harus bikin festival, mendatangkan musik dan sebagainya. Sementara di Bali masih dalam suasana duka, suasana bencana dan sebagainya," ujarnya. Terhadap berbagai pertanyaan itu, pihaknya menjelaskan bahwa ia ingin menunjukkan kalau Bali itu masih ada. Masih ada kegembiraan, masih ada geliat ekonomi dan sebagainya. Ia mengaku saat ini banyak hotel sudah tidak ada tamu, banyak hotel sudah memulangkan karyawaanya, banyak hotel di Bali yang terancam kolaps. "Saya tidur di sebuah hotel di Seminyak Bali. Dari sekitar 150 kamar yang ada, hanya terisi 10 kamar dan 3 dari 10 kamar itu merupakan tamu dari rombongan Biznet," ujarnya. Dan faktanya adalah masih ada kehidupan di Bali dengan sambutan masyarakat Bali yang luar biasa. (Snc03)

Leave a reply