5 Negara Perbaharui Travek Advisory karena Letusan Freatik Gunung Agung

Denpasar (SNC)-Ketua Bali Tourism Board (BTB) IB Agung Partha Adnyana membenarkan jika saat ini suda ada 5 negara yang memperbaharui status travel advisory soal letusan freatik Gunung Agung. "Semalam kami menerima informasi bahwa sudaha ada 5 negara memperbaharui status travel advisorynya. Namun perlu ditegaskan, bahwa travel advisory itu adalah hal yang biasa dimana negara harus memperingatkan warganya agar tidak mendekati Gunung Agung. Namun yang perlu dipahami adalah negara-negara itu meminta agar warganya tidak mendekati Gunung Agung. Bukan tidak mendekati Bali. Itulah perbedaannya," ujarnya Kamis (23/11. Beda dengan larang agar tidak masuk ke Bali.

 

Sejumlah negara yang telah memperbaharui travel advisory antara lain Singapura, Australi, Inggris, Selandia Baru, Irlandia. Mereke buru-buru memperbarui travel advice ke Gunung Agung setelah letusan freatik yang terjadi kemarin (21/11) pukul 17.05 wita. Sebelumnya, kelima negara tersebut telah mengeluarkan travel advice serupa saat Gunung Agung dinyatakan Awas oleh PVMBG, 22 September lalu. Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA) melalui situs resminya mengimbau warganya untuk menjauh dari zona bahaya yang ditetapkan, yakni dalam radius maksimum 7,5 km dari puncak. MFA menyatakan letusan tidak berdampak pada tempat-tempat wisata yang ada di Bali, namun mewanti-wanti adanya potensi gangguan penerbangan. Untuk itu warga Singapura diminta tetap memantau informasi dari pihak berwenang dan media lokal, serta memastikan asuransi travel dan medis.Inggris melalui situs pemerintah pusat htttp://gov.uk menginformasikan warganya tentang adanya letusan Gunung Agung yang menyemburkan abu vulkanik setinggi 700 meter. PVMBG hingga kini belum menaikkan status Gunung Agung. Namun Pemerintah Inggris tetap mengingatkan akan potensi gangguan penerbangan akibat abu vulkanik, serta mengimbau warganya untuk tidak melanggar zona bahaya yang ditetapkan, sejauh maksimum 7,5 km. Kementerian Luar Negeri Australia pun memperbarui travel advice ke Gunung Agung, mengingatkan bahaya abu vulkanik dapat mengakibatkan gangguan penerbangan, dan mengimbau warga Australia untuk mematuhi larangan beraktivitas di dalam zona bahaya.

Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru pun mengimbau warganya untuk sebatas tidak beraktivitas di zona bahaya dalam radius 6 km. Namun Selandia Baru mengingatkan adanya potensi gangguan penerbangan, serta menyarankan setiap warganya untuk menghubungi pihak agen perjalanan dan maskapai untuk membicarakan masalah ini. Selain itu Pemerintah Selandia Baru mengumumkan Bandara Internasional Ngurah Rai masih beroperasi seperti biasa. Pengumuman yang kurang lebih sama dirilis Kementerian Luar Negeri Irlandia melalui situs resminya.

Adapun AS sampai malam ini belum memperbarui travel advice terkait letusan freatik Gunung Agung. AS melalui Kedubes di Jakarta dan konsulat di Surabaya hanya merilis informasi adanya letusan pada Selasa pukul 17.05, serta mengumumkan Bandara Ngurah Rai masih beroperasi normal. (Snc03)

Leave a reply