KRB Mengaku Solid dan Tawarkan Dua Paket untuk Disurvei

Denpasar (SNC)-Koalasi Rakyat Bali (KRB) kembali menyatakan soliditasnya, setelah kurang lebih selama sepekan tercerai berai. Pasca pertemuan pembentukan tanggal 9 November lalu, salah satu anggota KRB yakni PAN keluar dan menyatakan akan mendukung pasangan dari PDIP I Wayan Koster-Cokorta Oka Artha Ardana Sukawati. Artinya, KRB kini tinggal 8 partai minus PAN. Selain itu, pasca pertemuan pembentukan koalisi tersebut, paket yang diusung yang awalnya Ida Bagus Rai Dharma Wijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Dharma-Kerta) juga selama sepekan terjadi perdebatan sengit di kubu Sudikerta. Partai Golkar umumnya menolak jika kadernya menjadi wakil sebab rekomendasi yang dilahirkan yang diterimanya adalah Cagub. Kondisi ini juga menyebabkan KRB terancam bubar. Untungnya, ada tiga partai pengusung yang tetap solid yang membuat KRB tetap terbentuk. Ketiga partai tersebut adalah Gerindra, Demokrat dan Nasdem.

Untuk memperkokoh soliditas KRB, maka Kamis malam (16/11). Pertemuan tersebut dihadiri oleh seluruh unsur partai minus PAN yang sudah memilih mendukung PDIP. Usai pertemuan, politisi Partai Golkar yang juga adalah anggota DPR RI AA Bagus Adhi Mahendra Putra angkat bicara. Menurutnya, hingga saat ini KRB tetap solid dan bahu membahu dan siap menang. "KRB sudah sepakat untuk mengusung satu paket calon sehingga head to head di Pilgub Bali tahun 2018. Untuk mempercepat proses itu KRB mengusulkan dua pasangan calon untuk disurvei," ujarnya. Paket pertama adalah Ida Bagus Rai Dharma Wijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Dharma-Kerta). Paket Dharma-Kerta diusung oleh Nasdem, Gerindra, Demokrat, PKS. Sementara paket yang diusung KRB adalah I Ketut Sudikerta-Gede Pasek Suardika (Kerta-Pasek). Paket ini diusung oleh Golkar, Hanura, Perindo dan PKPI.

Sementara untuk menentukan paket mana yang diusung akan dikembalikan kepada kandidat yang hanya terdiri dari 3 orang tersebut yakni Ida Bagus Rai Dharma Wijaya Mantra, I Ketut Sudikerta dan Gede Pasek Suardika. Ketiganya silahkan berdiskusi dan menentukan sikapnya. Namun untuk membantu proses penentuan tersebut, akan dilakukan survei berdasarkan pasangan calon. "Kalau sebelumnya, survei dilakukan secara individu. Nanti setelah ini akan dilakukan survei menurut paket yang sudah dibentuk," ujarnya. Paket yang mendapatkan survei tertinggi nantinya akan diusung menjadi pasangan calon dari KRB.

Sementara juru bicara KRB Made Mudarta menjelaskan, Pilgub yang digelar tahun depan dipastikan head to head. "Intinya, kita akan head to head. Disini tidak ada partai atau figur yang merasa kalah atau menang. Kita hanya mencari pemimpin terbaik bagi Bali di masa yang akan datang," ujarnya. Kriteria lainnya adalah pemimpin yang disukai rakyat banyak, kehendaki rakyat banyak, memiliki elektabilitas yang tinggi sehingga menang di Pilgub nanti. Ia mengakui, pasca pertemuan ini, masing-masing partai akan melaporkan hasilnya ke kandidat masing-masing sehingga diharapkan mereka akan saling komunikasi untuk masa depan Bali.

Hasil rapat tersebut menjadi tanda tanya buat Ketua Sudikerta Leadership Komang Purnama (Sekretaris DPD Golkar Provinsi Bali Periode 2009 - 2014) , kenapa surveinya aneh ya, kok yang di survei Mantra Kerta dan Kerta GPS, seharusnya yang di survei, kalau memang sama sama meninggalkan ego masing masing dan bicara demi membangun Bali, yang di survei Kerta Mantra dan Mantra Kerta, dan timbul pertanyaan berikut lagi ketika survei Kerta Mantra lebih tinggi apakah Ida Bagus Rai Mantra mau menerima sebagai posisi wakil Gubernur ?, dan seandainya survei Kerta GPS lebih tinggi apakah Demokrat mau mendukung paket tersebut ? ujarnya (Snc03)

Leave a reply