Penari Zumba Kampanye Bahaya Kanker Payudara

Kuta (SNC)-Ratusan penari Zumba dari berbagai komunitas di Bali melakukan kampanye dan edukasi tentang bahaya kanker payudara di Kuta Bali pada Senin (23/10). Ratusan penari zumba yang umumnya kaum wanita ini diajak oleh Bali Pink Ribbon Foundation untuk melakukan kampanye dan edukasi tentang bahaya kanker payudara serta bagaimana cara pencegahan dini. Bali Pink Ribbon Foundation adalah sebuah organisasi non profit bekerjasama dengan Discovery Shoping Mall di Kuta. Yayasan non profit ini meyelenggarakan Hallowen Zumba Party For Charity yang khusus melakukan sosialisasi dan edukasi tentang penyakit kanker payudara dan bagaimana pencegahan dini yang bisa dilakukan oleh setiap wanita di Indonesia dan Bali khususnya.

Founder Bali Pink Ribbon Foundation Hasta Sanders mengungkapkan, visi dan misi yayasan adalah berkampanye untuk mendeteksi dini kanker payudara sejak stadium awal. Maka dengan digelarnya acara seperti ini, bisa memberikan edukasi pada masyarakat luas. "Jadi dengan mendeteksi dini, hal ini bisa banyak menyelematkan nyawa para wanita yang terkena kanker payudara. Karena kebanyakan yang datang pada yayasan kami dan ke rumah sakit itu para wanita yang sudah stadium lanjut. Jadi proses penangannya lebi rumit, biayanya besar dan rawan hingga nyawa menjadi taruhan," ujarnya. Ia menguraikan, sebenarnya tidak ada korelasinya antara tarian zumba dengan kanker payudara. Namun edukasi ini dinilai sangat efektif karena hampir 100 persen peserta zumba adalah wanita yang punya payudara, sehingga kampanyenya lebih mengena atau tepat sasaran.

Acara ini juga memberikan edukasi tentang bahaya penyakit kanker payudara kepada ratusan pengunjung yang ikut berpartisipasi. Selain itu, acara Hallowen Zumba Party bertepatan dengan bulan Oktober sebagai bulan kesadaran kanker payudara, dan hasil dana dari penjualan tiket disumbangkan bagi para wanita yang terkena kanker payudara, khususnya bagi wanita yang tidak mampu untuk berobat. "Gerakan dalam tarian zumba itu sudah bisa membuat para wanita berpola hidup sehat. Lalu kita akan menjelaskan bahwa setiap wanita bisa mengecek payudaranya sejak dini dengan cara meraba seluruh payudaranya. Bila ditemukan benjolan maka segeralah melakukan pemeriksaan ke dokter," ujarnya. Ini dinilai sangat efektif karena hampir semua penari zumba adalah wanita.

Terkait data wanita yang terkena penyakit kanker payudara di Bali, itu prioritas pihak rumah sakit Sanglah Denpasar, karena semua rumah sakit di Bali juga menyetor data kesana. "Namun yang pasti, tingkat kematian akibat penyakit kanker payudara saat ini peringkat nomer satu di dunia dan di Bali juga sudah banyak. Kalau dulu itu kanker rahim yang menjadi peringkat utama, namun karena ditemukan vaksin akhirnya bisa menurun. Sedangkan kanker payudara sampai saat ini belum ditemukan bagimana cara yang ampuh," imbuh Hasta. Menurut Hasta, biasanya para wanita yang terkena kanker payudara itu diuasia 40 sampai 45 tahun keatas. Itu diakibatkan menurunnya hormon ditubuh dan mutasi gen payudara lebih aktif. "Makannya kampanye kita, Periksa Panyudara Sendiri (SADARI) setiap bulannya. Jadi ketika merasa ada benjolan segera periksakan dengan begitu akan mendeteksi, jadi semakin awal semakin baik. Untuk gejalanya, bisa dilihat setiap bulan saat perempuan metruasi dari pertama mens kita hitung hari ketuju. Karena disitu jaringan kelenjar payudara lembek, untuk merasakan benjolannya, kita raba sendiri di daerah payudara mulai dari bawa ketiak dan sekitarnya nanti benjolannya terasa dan keras," ungkapnya.

Bima Putra, selaku General Manager Discovery Shoping Mall menyampaikan tujuan acara ini digelar untuk menyadarkan masyarakat tentang pencegahan kanker payudara yang merupakan kanker paling umum diderita kaum wanita. "Kami mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat melalui olahraga termasuk dengan tarian zumba, untuk meningkatkan kesadaran mereka akan bahaya kanker payudara, sekaligus menggalang dana untuk Bali Pink Ribbon yang merupakan yayasan yang aktif memberikan informasi dan mendukung wanita Bali melawan kanker payudara," ucapnya. Ia mengaku, tiket yang terjual dalam tarian zumba sebanyak 200 tiket, tetapi jumlah penari justeru lebih banyak dari tiket masuk. Banyak masyarakat yang kebetulan lewat tertarik dan ikut menari tarian zumba. "Ini efekti karena tim menjelaskan soal pentingnya melakukan deteksi dini bagi setiap wanita terhadap kanker yang menjadi pembunuh nomor satu bagi kaum wanita ini," ujarnya. (Snc03)

Leave a reply