Mabes Polri Luncurkan Aplikasi Help Bencana Gunung Agung

Denpasar (SNC)-Mabes Polri melalui Asisten Operasi (AsOp) meluncurkan aplikasi "Help Bencana" khusus untuk ancaman erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Bali. Peluncuran aplikasi tersebut dilakukan di Mapolda Bali, Kamis (19/10) dipimpin langsung oleh Asisten Operasi Irjen Pol Mochammad Iriawan, didampingin Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose, Wakapolda Bali Brigjen Pol Alit Widana dihadiri oleh seluruh jajaran terkait di Polda Bali. Prosedur aplikasinya mudah yakni di https://drive.google.com/file/d/0BwCOarCM6ygKSl9ZRDdGMnJBV0k/view?usp=drivesdk.

Menurut Iriawan, peluncuran aplikasi Help Bencana Gunung Agung tersebut dilakukan karena belajar dari pengalaman letusan Gunung Merapi beberapa waktu lalu. Dimana saat ini belum ada teknologi peringatan dini. Bahkan dikisahkan, peringatan dini dilakukan sudah terlambat selama 45 menit. Kondisi ini menyebabkan timbul banyak korban nyawa. "Intinya, aplikasi ini akan membantu jika terjadi erupsi Gunung Agung. Bila aplikasi ini sudah ada dalam android, maka dengan hanya memencet tombol, semua HP android yang sudah memasukan aplikasi tersebut akan berbunyi seperti alarm tanda bahaya atau peringatan dini bahwa Gunung Agung sedang erupsi," ujarnya. Aplikasi ini akan terkoneksi dengan semua unsur terkait seperti kepolisian, PVMB, BMKG, TNI, BPBD, dan Pemda setempat.

Kepada masyarakat yang sudah mendownload aplikasi tersebut, maka HP-nya akan berbunyi secara otomatis sebagai tanda bahwa Gunung Agung sedang atau sudah meletus. Tanda bahaya itu adalah kewenangan PVMBG dan kemudian terkoneksi dengan petugas terkait. Setelah PVMBG mengeluarkan status jelas, maka petugas yang dalam hal ini adalah Polri akan menekan tombol sehingga seluruh HP yang sudah memiliki aplikasi Help Bencana Gunung Agung akan berbunyi. Pembuatan aplikasi Help Bencana tersebut merupakan bentuk atensi dari arahan Presiden Joko Widodo dan memerintahkan kepada Kapolri untuk mengkoordinir unsur Polri, bahwa bila ada erupsi Gunung Agung namun tidak perlu ada korban jiwa dan harta benda. Ia berharap semakin banyak warga yang terkoneksi dengan aplikasi Help Bencana maka informasi tentang letusan Gunung Agung akan semakin banyak diketahui masyarakat. (Snc03)

Leave a reply