Pergerakan Pesawat di Bandara Ngurah Rai Terus Meningkat

Denpasar (SNC)-Pergerakan pesawat di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali terus meningkat dari tahun ke tahun. Sementara kondisi saat ini, bandara terbesar di Bali tersebut hanya memiliki run way tunggal dan tempat parkir pesawat yang sempit. Humas PT Angkasa Pura Ngurah Rai Arie Ashanurrohim menjelaskan, terjadi peningkatan pergerakan pesawat di Bandara Ngurah Rai sebanyak 6,10 persen dibandingkan dengan tahun 2016 lalu. "Dari Januari sampai September 2017 saja, sudah ada 109.850 pesawat yang keluar masuk di Bandara Ngurah Rai. Padahal, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yakni tahun 2016 lalu hanya 103.529 pergerakan pesawat. Jadi naik 6,10 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya," ujarnya di Denpasar, Minggu (8/10). Jika dirata-ratakan maka diketahui perbulannya mencapai 12.205 pesawat. Jumlah ini sama dengan 402 pesawat perhari atau 16 pesawat perjam.

Jumlah pergerakan pesawat yang meningkat ini berdampak langsung pada meningkatnya jumlah pergerakan penumpang yang keluar masuk melalui Bandara Ngurah Rai. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terjadi peningkatan penumpang sebanyak 10,48 persen. Pada periode Januari sampai September 2017, jumlah penumpang mencapai 16.431.456 orang. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya maka jumlah penumpang hanya mencapai 14.871.494 orang. Jadi naik 10,48 persen. Rata-rata pergerakan penumpang perbulan mencapai 1.825.712 oran atau perharinya mencapai 60.188 orang atau perjamnya mencapai 2.507 orang. Sementara untuk pesawat cargo atau barang juga mengalami kenaikan sebesar 8.82 persen. Data periode Januari-September 2017 diketahui pergerakan barang yang terangkut mencapai 55.906.575 kilogram. Sementara untuk periode yang sama tahun sebelumnya hanya mencapai 30.412.814 kilogram.

Menurut Arie, dengan terus meningkatnya pergerakan pesawat ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai maka perluasan bandara tidak bisa dihindari. "Saat ini Angkasa Pura Ngurah Rai sudah banyak menolak penerbangan langsung ke Bandara Ngurah Rai yang datang dari berbagai negara di dunia karena semuanya full," ujarnya. Diprediksi, peningkatan pesawat akan terus terjadi seiring dengan pesatnya promosi pariwisata ke seluruh dunia. Itulah sebabnya, perluasan bandara mutlak diperlukan mengingat tahun depan nanti ada banyak event besar di Bali.

Kendala tersebut seharusnya bisa diatasi jika management tranportasi pesawat udara di atur dengan baik dan sesuai dengan perencanaan, sebaga contoh didalam bandara ada "Hotel Bandara", seharusnya dimanfaatkan untuk sarana yang lebih urgent, didekat bandara banyak hotel hotel dari melati dan berbintang dengan jarak tidak lebih dari radius 1 km ke bandara, Pemda Badung seharusnya tidak memberikan ijin di dalam Bandara  I Gusti Ngurah Rai ada Hotel tersebut, pemakaian tempat yang mubasir, ujung ujungnya minta perluasanlah atas nama segala macam. PT Angkasa Pura Ngurah Rai Bali semata mata hanya berorientasi duit dan merusak tatanan yang sudah direncanakan ujar Komang Purnama, pengamat transportasi perkapalan tersebut. PT Angkasa Pura Bali juga asal jangan menerima setiap pesawat yang penting bayar, seharusnya pesawat yang masuk harus diberikan batasan, sebagai contoh pesawat yang masuk untuk penerbangan domestik minimal pesawat dengan seat diatas 100 penumpang (Boeing 737-800), dan penerbangan pesawat Internasional minamal kapasitas seat 200 penumpang, itu baru contoh kecil saja, sebenarnya semua bisa disiasati, management transportasinya yang perlu di benahi, banyak yang perlu dibanahi oleh PT. Angkasa Pura Bali, seperti perparkiran, kios kios di luar menuju bandara dan di dalam bandara yang tidak berpihak kepada UKM, tapi lagi lagi kepentingan memasukkan pesawat dan menyewakan kios sebanyak banyak yang penting duit masuk, tidak perduli kenyamaan dan belum kerugian yang ditanggung maskapai penerbangan karena untuk landing harus berputar putar untuk waktu yang lama menunggu giliran, tentunya akan berakibat kerugian bagi maspakai ujarnya.(Snc03 dan Snc01)

Leave a reply