Polda Bali Turunkan Tim Trauma Healing dan Pelayanan Medis Pengungsi Gunung Agung

Denpasar (SNC)-Polda Bali rupanya tidak main-main menurunkan tim penuh untuk membantu korban pengungsi Gunung Agung. Tim yang diturunkan mulai dari trauma healing mobile, pelayanan medis, sampai dengan kendaraan untuk mengangkut anak-anak sekolah dari posko pengungsi ke tempat belajar. Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Bali Kombes Jawari, Polda menurunkan tim Trauma Healing Mobile untuk meminimalisir dampak psikologis pengungsi bencana Gunung Agung di Kabupaten Karangasem. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian, pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat serta menjalankan program Kapolri Promoter (Profesional Modern dan Terpercaya).

Menurutnya, tim Trauma Healing Mobile ini akan sangat berguna bagi para warga di tempat-tempat pengungsian. Selain kebutuhan logistik (makanan, minuman, alat MCK, pakaian), salah satu kebutuhan yang paling penting adalah penanganan psikologis warga. “Kegiatan Trauma Healing Mobile bagi warga terdampak bencana Gunung Agung ini akan terus dilakukan sampai waktu yang tidak ditentukan,” terangnya.

Tim trauma healing itu dipimpin langsung oleh Kabag Psikologi Biro SDM Polda Bali AKBP  Eka Sariana Himawati. Tim Trauma Healing Mobile Polda Bali juga melibatkan HIMPSI Bali, Mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Udayana dan Universitas Dyana Pura Denpasar. Menurut Eka, kegiatan ini sudah berjalan sejak Selasa (26/9) lalu. "Tim mendatangi tempat pengungsian dan terus berpindah-pindah sesuai dengan namanya "mobile". Kita bergerak mulai dari Gor Suwecapura Klungkung, Tanah Ampo, Manggis, Selat, Rendang serta tempat lainnya yang menjadi tempat pengungsian warga,” ucapnya, Rabu (4/10).

Metode kegiatan yang dilakukan dengan mengunjungi warga di tenda-tenda pengusian untuk memotivasi serta memberikan efek positif bagi psikologis warga. Khusus untuk anak-anak diajak untuk bergembira dengan mengajak bermain, bercerita, mendongeng dan kegiatan lainnya. “Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengurangi trauma dan menambah energi positif bagi psikologi mereka,” imbuhnya.

Selain tim Trauma Healing Mobile, Polda Bali juga menurun tim medis dari Rumah Sakit Bhayangkara dengaan membentuk Team Pelayanan Kesehatan bagi para Pengungsi Gunung Agung. Sama seperti tim sebelumnya, tim medis ini juga bergerak dari posko ke posko. Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar sudah membentuk tiga team dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada para pengungsi. Dalam 1 team terdiri dari 2 Dokter, 2 Perawat, yang terbagi untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada pengungsi yang berada di Pos-pos pengungsian. Tim ini berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinasi Bali dengan membentuk Klaster Kesehatan. “Diharapkan kegiatan ini dapat membantu saudara-saudara kita yang berada di tempat pengungsian sehingga kesehatan mereka tetap terjaga mengingat di tempat pengungsian cuacanya berubah-ubah kadang dingin, kadang juga panas sehingga rentan sekali terkena penyakit/virus,” ucap AKBP  dr.  I G.A.A. Diah Yamini, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bali.

Untuk pelayanan kesehatan yang ada di luar Kabupaten Karangasem contohnya seperti Kabupaten Buleleng, Polda Bali sudah menyiagakan tenaga kesehatan dari Poliklinik yang ada di masing-masing Polres se-Bali. Kegiatan pelayanan kesehatan ini sudah berjalan dan kegiatan sudah dilaksanakan seperti pengungsian yang berada di Desa Les Tejakula, Kaupaten Buleleng. Pengungsi yang dilayani sebanyak 24 orang terdiri dari balita, anak-anak dan dewasa. Setelah dilakukan pengecekan kesehatan penyakit yang banyak ditemukan seperti ISPA, Infeksi Virus (Herpes, Varicela), influenza dan Febris. “Kegiatan ini akan terus dilaksanakan sesuai dengan perintah Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus R. Golose, untuk terus memberikan pelayanan dan pengamanan bagi para pengungsi Gunung Agung,” imbuhnya.

Sementara untuk Polres Buleleng, Satuan Sabhara Polres Buleleng antar anak-anak pengungsi Gunung Agung berangkat ke sekolah dengan menggunakan truk operasional polisi.

Dalam melaksanakan tugas, Satuan Sabhara tidak hanya semata-mata melakukan patroli wilayah untuk mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas saja, namun, sebagai seorang anggota Polri harus mampu menjadi pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat dalam situasi apapun. Atas dasar tersebut, Satuan Sabhara Polres Buleleng yang tergabung dalam Operasi Aman Nusa Agung II Tahun 2017 dalam rangka pengamanan kontijensi bencana Gunung Agung, telah melaksanakan tugas membantu anak-anak pengungsi berangkat ke sekolah, bertempat di Desa Les, Tejakula, Buleleng, Rabu (4/10).

Kasat Sabhara Polres Buleleng AKP I Wayan Parta mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya untuk meringankan beban para pengungsi Gunung Agung khususnya anak-anak dalam mengikuti proses belajar mengajar. “Proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar dan pendidikan anak-anak sekolah tidak terhambat,” ucapnya. Puluhan anak-anak pengungsi yang akan berangkat ke sekolah diantar dengan menggunakan mobil truk dinas milik Satuan Sabhara Polres Buleleng. “Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada anak-anak, sehingga sampai di tempat belajar dengan selamat,” ungkap AKP I Wayan Parta. (Snc03)

Leave a reply