Letusan Gunung Agung Bisa Kecil jika Uap Magma Terus Keluar

Lapangan Parkir di Besakih 30/09/2017

Karangasem (SNC)-Kasubdit Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG Devil Kamil Syahbana mengatakan, saat pergerakan magma di Gunung Agung Karangasem terus naik ke permukaan melalui perut Gunung Agung. Hal ini ditandai dengan meluasnya areal panas di kawah gunung yang saat ini sudah naik dan terus membesar. Kondisi ini diketahui berdasarkan pengamatan jarak jauh melalui satelit penginderaan. Luasan areal panas itu saat ini sudah mencapai 100 meter di sisi timur dari total luasan kawasan yang mencapai 100 meter. "Gas magma naik dan memanas di sisi timur kawah Gunung Agung," ujarnya di Karangasem, Minggu (1/10).

Menurutnya, saat ini pergerakan magma ke permukaan masih tertahan bebatuan yang keras. Sampai saat ini belum ada alat yang bisa mendeteksi berapa lama magma bisa menembus bebatuan yang keras tersebut. Bila bebatuan keras tersebut mampu ditembus dengan mudah maka diperkirakan letusan akan sangat besar. Sebaliknya bila terjadi penumpukan magma namun bebatuan keras hanya bisa ditembus perlahan maka tenaganya akan semakin kecil dan letusannya akan semakin kecil. "Hanya saja kita tidak bisa memprediksi kapan magma akan menembus bebatuan tersebut karena memang tidak ada alat untuk medeteksinya," ujarnya.

Saat ini secara perlahan namun pasti, gas terus keluar dari kawah bagin timur. Jika dorongan dari bawah tetap kuat maka letusan akan besar. Tetapi bila dorongan dari bawah semakin lemah maka letusan akan semakin kecil atau bahkan letusan tidak ada. Bahkan, pergerakan magma naik mencapai 100 meter ke permukaan. Dengan suhu lebih dari 600 sampai 800 derajat celsius maka magma bisa dengan mudah menembus bebatuan sehingga potensi letusan tetap ada. Soal besar kecilnya sampai saat ini belum bisa diprediksi. (Snc02)

Leave a reply