Garuda Ticket Mahal Delay Kelewatan

Badung (SNC) - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia GA 4364 tujuan Denpasar- Lombok pada hari sabtu, 9 september 2017 mengalami delay yang berkepanjangan, selain permintaan maaf dan air mineral tidak ada kompensasi yang diberikan maskapai plat merah ini kepada penumpang, sesuai dengan peraturan menteri perhubungan ujar petugas Garuda.

Penumpang yang seharusnya berangkat pukul 18.45 dan tiba di Praya Lombok Pukul 19.30, mengalami delay pukul 19.30 wita dan delay yang kedua kalinya diberangkatkan pukul 20.30 wita. Banyak penumpang yang datang komplain ke counter Garuda di gate 2, semua penumpang mengeluh dengan pelayanan Garuda tersebut, salah satu penumpang berbicara kepada temannya "kami mau pakai pesawat Garuda agar pasti dan tidak delay seperti maskapai yang lain, ternyata sudah harga mahal kami juga tidak mendapatkan kepastian terbang (delay) yang berkepanjangan", seorang wisatawan juga berkomentar "Maskapai Garuda yang sudah mahal dan jadwal penerbangan kok bisa kacau begini, dan kok merugi terus ya?, kalau merugi terus seharusnya CEO nya harus malu dan lebih baik mundur saja, masa maskapai sekelas Garuda masih jelek penjadwalannya.

Ketika dihubungi Duty Manager yang bertugas pada saat itu adalah Sunaryo, tidak berani datang memberikan penjelasan kepada penumpang yang delay tersebut, salah seorang penumpang berkata "ngumpet kali", hanya dilayani oleh Agus Udaya, supervisor yang dengan ramah melayani penumpang walaupun banyak komplain dan selalu tersenyum kepada penumpangnya dan berkali kali menyampaikan permintaan maafnya.
Lebih tragis lagi karena salah satu penumpang yang harus mengisi seminar di Mataram pada pukul 19.30 dinsesi terakhir untuk anak anak muda di lombok tidak bisa memberikan seminarnya karena masih berada di bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. "kasihan panitianya mereka telah mengundang saya dengan memberikan ticket, akan tetapi saya tidak bisa hadir pada saat jam yang telah ditentukan karena delay berkepanjangan pesawat GA 4364, terpaksa saya harus mengganti rugi ticket pesawat yang telah mereka belikan untuk saya, kan lucu jadinya saya dibelikan ticket untuk mengisi seminar tersebut tapi saya tidak bisa datang di waktu yang telah ditetapkan karena delay tersebut, mereka sudah susah payah mengumpulkan dana untuk mengadakan seminar dan mengundang saya, yang dengan terpaksa saya ganti rugi ticket dan hotel mereka agar mereka tidak patah semangat", ujarnya.

Seharusnya markapai Garuda harus bertanggung jawab dengan kejadian tersebut, walaupun Agus Udayana sudah mencoba menyampaikan ke Sunaryo duty manager saat itu yg lagi ngumpet, tidak ada kompensasi atau penggantian kerugian atas delay tersebut dari duty managet ujar Agus Udayana sang supervisor seraya meminta maaf. (Snc03)

Leave a reply