Calon Wisudawan STIMIK Bumigora Resah

Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si

Mataram (SNC)- Mahasiswa calon wisudawan STIMIK Bumigora Mataram resah menjelang Yudisium dan wisuda karena ada persyaratan baru yang di munculkan oleh managemen STIMIK Bumigora untuk bisa ikut Yudisium dan wisuda mahasiswa tersebut harus mempunyai sertifikasi komputer sesuai dengan bidangnya masing masing.
Maksud tersebut memang baik, anehnya sertifikasi belum dilakukan yang penting mahasiswa sudah membayar biaya sertifikasi sudah diperbolehkan mengikuti yudisium dan wisuda.

Konfirmasi dari Ketua Kopertis wilayah Bali dan Nusa Tenggara Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si dengan sigap dan tanggap menghubungi Ketua STIMIK Bumigora Mataram dan menurut pengakuannya kepada Prof. Dasi "sertifikasi tersebut hanya himbaun dan saran agar setiap kelulusan siap bersaing di dunia kerja, bukan merupakan kewajiban untuk persyaratan yudisium dan wisuda" ujar Prof.Dasi setelah menghubungi Dyah Susilowati, M.Kom. ketua STMIK Bumigora.
Prof. Dasi juga memyampaikan, yang saat ini berada di Mataram, "sore ini saya minta menghadap ketua Kopertis Bali Nusa Tenggara di Hotel Golden Palace, ujarnya.

Keanehan lainnya, mahasiswa diwajibkan mengikuti sertifikasi di STIMIK Bumigora dengan membayar Rp. 500.000,-, padahal untuk sertifikasi yang sama di luar STIMIK Bumigora hanya dengan membayar Rp. 150.000,- saja, ujar salah satu orang tua mahasiswa yang meminta agar tidak disebutkan namanya.
Miris sekali dunia pendidikan terlebih lebih di STIMIK Bumigora Mataram, setelah 4 tahun kuliah dan sangat banyak dana yang yang kami kumpulkan rupiah demi rupiah dari hasil kebun dan berternak, setelah menjelang wisuda ada lagi biaya sertifikat yang mengikat dengan biaya yang jauh lebih mahal dari tempat lainnya, belum lagi membayar biaya wisuda yang memang kami maklumi.

Tanggapan Ketua Kopertis Bali dan Nusa Tenggara, Prof.Dr. I Nengah Dasi Astawa,M.Si patut diberikan apresiasi, karena dengan gerak cepat dan tanggap terhadap keluhan mahasiswa dan orang tua mahasiswa yang di wisuda mengharapkan ada penyelesaian, dan semoga misi awal tujuan didirikan STIMIK Bumigora tersebut untuk mencerdaskan Bangsa dan kemajuan negara tersebut di kedepankan, dan tidak berpikiran seperti pedagang yang semata mata mencari keuntungan saja (Snc07)

Leave a reply