Belasan Foto Mario Blanco Dipamerkan di Hongaria

Denpasar (SNC)- Sebanyak 15 foto hasil karya jepretan lensa Mario Blanco dipamerkan pada perpustakaan Szabo Ervin Metropolitan yang merupakan salah satu perpustakaan terbesar di Hongaria. Hasil karya fotografi tersebut akan menghiasi Kis Galleria selama kurang lebih satu bulan. Acara pembukaan pameran yang diresmikan secara langsung oleh Duta Besar RI untuk Hongaria,  Wening Esthyprobo pada hari Selasa (5/9).  Pameran tersebut berlangsung meriah dan lancar.

Dalam pameran tersebut, selain memamerkan karya foto Mario Blanco asal Bali, Indonesia melalui KBRI Budapest juga diberikan kesempatan langka yaitu memainkan alat musik tradisional di perpustakaan yang terkenal harus menjaga ketenangan. “Kita ingin membawa seseatu yang special. Karenanya saya pribadi mengusulkan musik tradisonal daerah Bali yaitu Rindik yang bernuansa tenang untuk dimainkan dan langsung berbicara kepada Direktur Perpustakaan dan akhirya usulan saya diterima," ujar Dubes.

 Pilihan tersebut tidak salah, karena suara alat musik bambu yang pentatonic membuat suasana diperpustakaan saat itu menjadi lebih hidup bagi pengunjung yang menikmati hasil karya Mario Blanco yang bernuansa Bali. KBRI Budapest juga mempersembahkan tari joget Bali oleh salah satu Diaspora Indonesia untuk melengkapi pembukaan acara dan tidak lupa suguhan kue pastel dan kue lumpur ala Indonesia.

Pameran karya fotografi Mario Blanco ini, merupakan wujud dukungan KBRI dalam mepromosikan karya anak bangsa di Hongaria. KBRI Budapest juga melakukan pameran di tempat-tempat yang berbeda untuk menjangkau seluruh kalangan. Pameran diperpustakaan kali ini diharapkan dapat menarik perhatian kaum intektual Hongaria dan pelajar terhadap indahnya Indonesia. 

 Perpustakaan Szabo Ervin Metropolitan sendiri merupakan jaringan perpustakaan terbesar di Hongaria dengan koleksi buku yang sangat lengkap. Perpustakaan ini setiap harinya dikunjungi lebih dari 500 anggota tetap dan 1000 pengunjung musiman yang datang untuk melihat keindahan gedung perpustakaan yang telah berdiri sejak tahun 1800an.  Kesempatan mengadakan pameran foto ini pada gilirannya akan lebih membukakan mata masyarakat terhadap keindahan alam dan keunikan budaya Indonesia. (Snc02)

Leave a reply