Pemimpin Hindu Dirangkul Perangi Narkoba

Denpasar(SNC)- Badan Nasional Narkoba Provinsi Bali meminta kepada seluruh pemimpin agama Hindu di Bali agar terlibat langsung dalam pemberantasan Narkoba. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa mengaku, dirinya sudah bertemu dengan berbagai pemimpin agama Hindu di Bali. Terakhir, dirinya berbicara dalam forum resmi dalam acara desiminasi informasi komunikasi kepada pekerja di Wantilan Pura Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi. Dalam kesempatan tersebut hadir sebanyak 100 orang yang sebagian besar adalah Pemangku (pemimpin upacara agama Hindu) dan Manggala Desa. Mereka adalah tokoh agama dan pemimpin upacara. Menurutnya, dalam berbagai forum seperti ini, pihaknya sudah secara lugas meminta agar para pemimpin agama di Bali sudah saatnya terlibat langsung dalam pemberantasan Narkoba di Bali dengan caranya masing-masing. "Minimal mereka harus melindungi warganya sendiri dari pengaruh Narkoba. Saya sudah berbicara itu dalam berbagai kesempatan dan sosialisasi. Semua pihak harus berperan dengan pencegahan Narkoba di Bali.Pemerintah dan aparat akan melakukan penegakan hukum dan rehabilitasi, tetapi soal pencegahan semua harus terlibat tanpa kecuali," ujarnya di Denpasar, Senin (21/8).

Menurutnya, Bali saat ini sudah menjadi pasar potensial dan sebentar lagi bisa menjadi daerah produsen bila tidak diantisipasi mulai sekarang. Peredaran Narkoba di Bali cukup mengkuatirkan. Bahkan, Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose menyampaikan jika dari jumlah kasus narkoba di Bali baik pengedar, bandar, kurir dan terutama pengguna atau pecandu, lebih dari 60 persennya adalah warga asli Bali. Sebagai destinasi wisata dunia, potensi penyalahgunaan Narkoba di Bali sangat besar. "Sudah saat orang Bali harus memproteksi dirinya sendiri, lingkungannya, keluarganya dari bahaya Narkoba. Minimal dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Untuk itu peran pemimpin agama Hindu sangat besar dalam hal ini," ujarnya.

Pemuka agama adalah orang-orang yang mempunyai peranan penting serta memiliki kedekatan dengan masyarakat, sehingga lebih mudah dalam memberikan informasi akan bahaya penyalahgunaan Narkoba.

Pemangku mempunyai peranan yang sangat penting dalam masyarakat beragama Hindu, Sebab setiap upacara keagamaan, pemangku diminta bantuannya untuk nganteb upakara (banten). Selain berperan dalam memimpin upacara yadnya seorang pemangku juga berperan penting dalam memberi tuntunan kepada masyarakat dalam melaksanakan Dharma Agama dan Dharma Negara. “Sebagai orang yang dijadikan panutan, para pemangku (pemimpin upacara) tentunya dapat menjadi media informasi mengenai bahaya Narkoba, apakah itu melalui upacara agama, ceramah keagamaan, forum pertemuan serta berbagai aktifitas keagamaan lainnya," ujar Suastawa. Pemangku di masyarakat  berfungsi sebagai perantara antara umat  dengan Tuhan dan leluhur. Karena itu tugas Pemangku sering disebutkan sebagai pelayan Tuhan  sekaligus pelayan masyarakat. Dalam posisinya sebagai pelayan itulah Pemangku menduduki posisi yang sangat penting dan terhormat.

Mengingat peranan penting tersebut, maka seorang Pemangku diharapkan dapat menjadi panutan, dapat memberi contoh yang baik, bahkan jika mungkin harus dapat menuntun dan membina warga masyarakat untuk bisa lebih mendekatkan diri dengan Tuhan termasuk menjauhi hal-hal yang akan merusak tubuh seperti halnya narkoba. "Peranan pemangku secara garis besar ada dua yaitu jagathita memberikan contoh yang baik ke masyarakat serta sang adhi guru loka yaitu tempat bertanya bagi umat, sehingga pribadi seorang pemuka agama atau pemangku haruslah bersih dan menjadi panutan khususnya menjadi agen BNN Bali dalam mengajak umat menjauhi narkoba," tandasnya. Para pemuka agama sebagai public figur umat beragama haruslah mampu  menjadi agen perubahan di tengah-tengah masyarakat dengan menjalankan fungsinya sebagai penyuluh, fasilitator, mediator, penjangkau dan melakukan deteksi dini serta menjadi pendamping bagi korban penyalahgunaan narkotika minimal di lingkungan terdekat mereka sendiri. (SNc2)

Leave a reply