Nasib Ketum APKOMINDO (Hoky) di Palu Hakim Pengadilan Bantul

Bantul (SNC)-Setelah melalui sidang yang sangat panjang dan melelahkan Nasib Ketua Umum APKOMINDO (Asiosiasi   Pengusaha Komputer Indonesia akan ditentukan di Palu Hakim Pengadilan Negeri Bantul. Telah 28 sidang di lalui oleh seorang Hoky yang dengan iklas dan tabah menjalani proses pengadilan Negeri Bantul, dimana sebelumnya telah disidangkan sebanyak 4 kali, dan memperolah Putusan Sela oleh Majelis Hakim tangal 4 April 2017 dengan vonis "Surat Dakwaan JPU Batal demi hukum" setelah di tahan selama 43 hari di Rutan Bantul.

Penahanan tersebut harus dilakoni oleh Ir. Soegiharto Santoso (Hoky) Ketua Umum DPP APKOMINDO periode 2015-2018, adanya tuntutan dari para pendiri APKOMINDO yang dilaporkan oleh Agus Setiawan Lie dengan kuasa dari Sonny Fanslay yang telah mendaftarkan logo APKOMINDO di Kementerian Hukum dan HAM RI. Unik memang karena setelah sekian lama APKOMINDO berdiri pada tahun 1992 dan pada tahun 2010 Logo APKOMINDO tersebut di daftarkan ciptaan tersebut.

Kejadian bermula ketika DPD APKOMINDO Yogyakarta yang diketuai Dicky Purnabawa, ST menggunakan Logo APKOMINDO tersebut pada Pameran Mega Bazar 2016 di ruangan Jogja Expo Center (JEC) Bantul pada tanggal 5 s/d 9 Maret 2016 berkerjasama dengan event organizer PT. Dyandra Promosindo cabang Yogyakarta.

"Didalam BAP Soegiharto sudah jelas tertuliskan penggunaan Logo Apkomindo dipergunakan untuk kepentingan organisasi Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia atau disingkat APKOMINDO, sedangkan didalam BAP Dicky Purnawibawa, ST jelas tertuliskan penggunaan Logo Apkomindo dipergunakan tanpa hak untuk kepentingan komersil, kemudian  pemakaian Logo Apkomindo dalam pameran Mega Bazar 2016 di Ruangan Jogja Expo Center (JEC) Bantul, berdasarkan Kontrak antara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Apkomindo yang dipimpin oleh Dicky Purnawibawa, ST dengan PT. Dyandra Promosindo sebagai penyelenggara, yang telah terbukti kebenarannya kegiatan tersebut tanpa seijin dan sepengetahuan Soegiharto selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Apkomindo, sehingga penggunaan Logo Apkomindo tersebut sesungguhnya merupakan tanggung jawab hukum PT. Dyandra Promosindo selaku pihak penyelenggara. Selain dari itu Soegiharto tidak pernah menerima keuntungan sama sekali, sedangkan DPD Apkomindo DIY yang diwakili oleh Dicky Purnawibawa menerima keuntungan sebesar Rp. 90.450.553,-  Bahkan di dalam BAP Soegiharto telah tercatat dan terlampir bukti-bukti faktual tentang kesalahan PT Dyandra Promosindo sebanyak dua berkas, namun di dalam berkas persidangan ternyata bukti-bukti tersebut tidak disertakan oleh pihak JPU dan tuntutan ganti kerugian pihak Pelapor Sonny Franslay sebesar Rp. 5.000.000.000,-  (lima miliar Rupiah) tak jelas perhitungan perincian dasar kerugiannya, padahal hasil penjualan tiket adalah hanya sebesar Rp. 90.450.553,- (Sembilan puluh juta empat ratus lima puluh ribu lima ratus lima puluh tiga Rupiah) dan itupun diterima oleh DPD Apkomindo DIY, Sedangkan Soegiharto tidak pernah mengetahui dan tidak menikmati hasilnya, karena masing-masing DPD Apkomindo bersifat otonom dan tidak ada kaitannya dengan Soegiharto selaku Ketua Umum DPP Apkomindo", Ujar Hoky.

Komentar salah satu pengurus yang tidak mau disebutkan namanya "aneh tapi nyata di kala kondisi Indonesia saat ini, yang mempergunakan Logo tersebut (DPD APKOMINDO dan PT. Dyandra Promosindo) duduk manis, sempat dilaporkan saudara Dicky, sudah P21 tapi sampai saat ini belum ada pelimpahan ke pengadilan oleh Kejaksaan Agung, begitu juga PT Dyandra ngak ada laporanya tuh, kok Hoky saja ya yang dilaporin, seharusnya semua pengurus dan anggota APKOMINDO se Indonesia yang berjumlah 2000 pengusaha komputer harusnya dihukum juga, aneh tapi nyata kan, sambil geleng geleng kepala dia berjalan mencari tempat minum kopi, ngantuk nunggu sidang belum di mulai".

Jaksa Penuntut Umum Ansyori, SH dari kejaksaan Agung RI dan Raka Buntasing P, SH dari Kejaksaan Negeri Bantul telah mengajukan tuntutannya “Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Ir. Soegiharto Santoso dengan pidana penjara selama 6 (Enam) Tahun dengan perintah agar dilakukan penahanan dan denda sebesar Rp. 4.000.000.000,- (empat milliar rupiah) subsidair 6 (enam) bulan Kurungan.”

Kamis, 24 Agustus 2017, adalah pembelaan yang dilakukan oleh tim kuasa hukumnya  Hoky, dan  Kamis 31 Agustus 2017 Nasib atas vonis Ir. Soegiharto Santoso (Hoky) Ketua Umum DPP APKOMINDO akan di ketuk oleh Hakim Pengadilan Negeri Bantul, semoga  HUT RI ke-72 ini betuk betul ada keadilan dan kemerdekaan yang didapat untuk orang orang yang mencari keadilan. (Snc07)

 

Leave a reply