Pandawa Merah Putih Pecahkan Rekor MURI

Denpasar(SNC)- Polda Bali dan jajarannya akhirnya berhasil memecahkan Rekor MURI dengan membentangkan Bendera Merah Putih sepanjang 400 meter dengan lebar 4 meter. Aksi tersebut digelar di Pantai Pandawa, Desa Kutu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Selain itu di atas tebing Pantai Pandawa ditancap 72 bendera sejauh yang bisa terjangkau. Acara yang bertajuk Pandawa Merah Putih ini melibatkan siswa siswi dari SD, SMP, SMA, warga masyarakat sekitar, ratusan anggota dari Polri, TNI dan Basarnas. Prosesi pemasangan bendera dilakukan oleh para prajurit pemanjat tebing sambi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selain itu, ada juga pelepasan ribuan balon merah putih oleh Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose.

 

Senior Manajer MURI Awan Rahargo menjelaskan, dari data yang ada di Pantai Pandawa, MURI mencatatnya bahwa pembentangan bendera di Pantai Pandawa itu sebagai sebuah kriteria kegiatan yang superlatif. "Ini tidak saja sebagai rekor nasional namun juga rekor dunia karena belum pernah MURI mendengar Merah Putih yang berkibar pada hari ini dengan semangat yang dikobarkan bisa dibentangkan sepanjang 400 meter. Oleh karena itu MURI mencatatnya sebagai kriteria yang superlatif dan terpanjang di dunia," ujarnya.

 

Semantara Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose menjelaskan, Kepolisian Negara Republik Indonesia tetap konsekuen menjaga Pancasila, UUD45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. "Jadi ini yang harus kita camkan bersama-sama. Secara semesta harus dilakukan oleh masyarakat bersama dengan TNI, Polri, seluruh stakeholder, bahwa kita tetap setia dengan dan 4 konsesus yang ideologi negara tersebut. Ini yang harus kita camkan bersama-sama. Kita akan mengeliminir paham-paham yang tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD45. Kita harus tetap setia dengan perbedaan karena merupakan kekayaan bangsa kita. Makanya harus terus menjaga perbedaan sebagaimana nilai-nilai luhur pada pendiri bangsa kita," ujarnya.

 

Menurutnya, kegiatan pemecahan Rekor MURI ini diinisiasi oleh Kapolda Bali, Direktur Lalulitas, Dansat Brimob Polda Bali dan dipimpin langsung oleh Wakapolda Bali Brigjen Pol Alit Widana. Kegiatan ini menunjukan bahwa Polri tetap mengawal, mengayomi, melakukan penegakan hukum apabila ada pihak-pihak yang bersentuhan dengan paham radikalisme dan intoleran. Terkait dengan perayaan 17 Agustus 2017, pihaknya sudah melakukan antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Antisipasi sudah dilakukan, dan dari informasi intelijen belum ada hal-hal yang mengkuatirkan. "Kami sudah melakukan pengamanan perayaan 17 Agustus dan sampai saat ini tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya. (Snc02)

Leave a reply