Maumere Krisis Tenaga Pramuwisata

Maumere (SNC)-Memasuki bulan Agustus 2017, jumlah kunjungan wisatawan ke Flores, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap ketersediaan tenaga guide bagi para wisatawan.

Salah satu guide lokal PT. Floressa Tour cabang Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Elisia Digma Dari, kepada Senggigi News, Sabtu (12/8/2017) menuturkan, kondisi tersebut dipicu oleh wisatawan dadakan yang baru deal seminggu atau dua minggu belakangan ini. "Tamu yang deal mendadak di luar program reguler atau di luar schedule ini yang buat kita kelabakan," Ujarnya.

Untuk mengantisipasinya, kata Elis, pihaknya terpaksa meminta tenaga guide dari Kabupaten Ende dan Flores Timur (Flotim). "Tenaga guide berlisensi yang tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia Sikka saat ini hanya 42 orang dan semuanya sudah pada tour. Makanya kita meminta back up dari tenaga guide HPI dari Ende dan Flotim," jelasnya.

Masih kata Elis, kondisi ini berbeda dengan bulan yang sama di tahun tahun sebelumnya yang masih bisa diantisipasi oleh guide di Maumere.

Hal lain yang juga menjadi penyebab krisis guide di Maumere yakni, over load penerbangan Bali-Labuan Bajo (Manggarai Barat). Sehingga mau tidak Maumere menjadi pilihan. "Wisatawan yang sebelumnya sudah terjadwal mau tidak mau harus via Maumere karena over load penerbangan Bali-Labuan Bajo," Jelasnya.

Meski demikian, kata Elis, meningkatnya jumlah wisatawan yang ke Flores melalui Maumere belum diimbangi dengan lama masa tinggal (lenght of stay) wisatawan itu sendiri. "Ini menjadi tantangan bagi kita untuk membangun pariwisata Flores, khususnya di kabupaten Sikka untul lebih baik lagi ke depannya," Tandasnya. (Snc04)

Leave a reply