Over Kapasitas Bumi Jadi Ancaman Bagi Indonesia

Denpasar-Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantio tampil sebagai pembicara dalam Simakrama Kebangsaan yang digelar FBN Bali di Tanjung Benoa Bali, Jumat malam (5/8). Dalam orasinya, Panglima TNI secara gamblang mengingatkan bahwa Indonesia perlu waspada dengan tantangan global saat ini. Saat ini Indonesia harus cermat, dan bisa memenangkan persaingan global. "Dalam konteks persaingan global, Indonesia harus waspadai untuk memenangkan persaingan tersebut. Kalau tidak waspada, maka Indonesia akan kalah. Mengapa demikian? Karena tantangan dan peluang selalu ada, tetapi kalau kita tidak waspada maka kita bisa kalah," ujarnya.

Menurut Panglima, salah satu tantangan global saat ini adalah ledakan penduduk dunia yang sudah memenuhi bumi ini. Hasil penelitian dan teori Thomas Maltus tahun 1798 soal kependudukan mengatakan, populasi manusia berjalan seperti deret ukur perkalian, terus berlipat ganda. Populasi penduduk dunia itu seperti 2x2, 4x4,16x16 dan seterusnya sampai berkembang banyak. Populasi ini ternyata tidak sejalan dengan ketersediaan pangan, energi, dan sumber daya alam lainnya. Ketersedian itu justeru bergerak melambat dan pada akhirnya semakin berkurang. "Kalau tidak diatur makan akan terjadi kanibalisme di bumi ini," ujarnya. Tahun 1800 misalnya, jumlah manusia di bumi ini baru 1 miliar. Untuk bertambah 1 miliar lagi butuh waktu 130 tahun. Data jumlah penduduk di bumi pada 1930 sudah mencapai 2 miliar. Artinya butuh waktu 130 tahun hanya menambah 1 miliar orang sehingga jumlahnya mencapai 2 miliar orang.

Namun setelah penduduk bumi ini sudah mencapai 2 miliar orang, hanya butuh 30 tahun untuk menambah 1 miliar lagi sehingga jumlahnya mencapai 3 miliar. Artinya dari tahun 1930 ditambah 30 tahun lagi yakni tahun 1960 sampai 1970 jumlah manusia sudah mencapai 3 miliar. Setelah 30 tahun untuk bertambah 1 miliar orang, maka untuk menambah 1 miliar lagi hanya butuh waktu 15 tahun, kemudian 12 tahun, 10 tahun dan seterusnya. Dan sampai dengan tahun 2011 kemarin, jumlah penduduk dunia sudah mencapai 7 miliar orang. Selanjutnya hanya butuh waktu 6 tahun untuk bisa menambah 1 miliar orang. "Padahal, menurut teori, bumi ini hanya memiliki kapasitas untuk dihuni maksimal 4 miliar orang untuk orang hidup normal. Kalau sudah 7 miliar, sudah tidak normal lagi. Mungkin di Bali atau bahkan Indonesia tidak terasa. Tetapi bila dilihat data dan fakta maka bumi ini sesungguhnya sudah tidak seimbang," ujarnya.

Buktinya bisa dilihat dari beberapa data, misalnya, sekarang setiap hari ada 41 ribu anak meninggal dunia di seluruh dunia. Atau pertahun 15 juta anak meninggal dunia. Dari sisi energi, minya bumi di seluruh dunia akan habis pada tahun 2030 sampai 2043, dan tahun itu jumlah penduduk sudah mencapai 12,3 miliar. Orang hidup perlu energi dan setelah fosil, energi akan diambil dari tumbuhan dan energi terbarukan lainnya. Dan negara yang memiliki itu semua adalah negara-negara di daerah katulistiwa. Ada 3 kelompok negara yang menghuni di katulistiwa yakni Asean, Afrika Tengah dan Amerika Latin. "Saat itulah semua penduduk dunia ini akan ramai-ramai pindah ke negara katulistiwa untuk mencari makanan. Dan Indonesia sebagai negara besar dan kaya sumber daya akan diserbu penduduk dunia saat itu," ujarnya. Dalam sehari rata-rata manusia menggunakan HP selama 18 jam. Dan ini semua membutuhkan energi. Dampaknya sangat besar.

Kemajuan lain yang dirasakan antara lain perkembangan teknologi. Di Perancis, pernah ada gadis yang menikah dengan robot karena robot sudah diciptakan sedemikian rupa seperti manusia. Perubahan lain yang terjadi adalah bahwa banyaknya buka binis online, taksi online, dan dunia yang serba online, maka semakin hari, tenaga kerja manual akan bertambah banyak. Pengangguran akan semakin meningkat. Ekonomi semakin turun, dan tingkat kriminalitas semakin meningkat. "Pemilik Grab, Uber, kantornya kecil, tetapi dia memiliki puluhan ribu mobil taksi, sepeda motor. Banyak pengangguran, terjadi krisi ekonomi, dan melahirkan depresi ekonomi," ujarnya. Fakta lain menunjukan, semua konflik dunia sebanyak 70 persen berlatar belakang energi, negara penghasil energi. Padahal energi mau habis.

Bagaimana dengan Indonesia. Kompetisi akan terjadi di Indonesia. Indonesia negara equator, memiliki vegetasi terbesar dunia, garis pantai terpanjang nomor dua di dunia, luas laut dan kekayaan terbesar dunia, hutan luas. Suatu saat banyak manusia akan menyerbu Indonesia untuk mencari air, makanan, energi dan sebagainya. Grafik migrasi global akan terjadi dan Indonesia akan menjadi sasarannya. "Maka benarlah apa kata Presiden pertama Indonesia Ir Soekarno. Kekayaan alam Indonesia yang besar bila tidak dikelolah dengan baik maka akan menjadi malapetaka di Indonesia," ujarnya. Saat ini Indonosia harus mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi hal-hal yang terjadi di masa yang akan datang. Salah satunya menumbuhkan rasa nasionalisme, rasa kebangsaan, rasa persatuan dan kesatuan sehingga suatu diusik, maka akan datang perlawanan besar dari rakyatnya. (SN01)

Leave a reply